Klasifikasi Ilmiah Tingkatan Takson Makhluk Hidup #1

Selamat malam, Ketemu lagi dengan saya Admin Whussaya. Hampir dua bulan saya tidak membuka dan memposting diblog ini, akhirnya malam ini saya bisa membuka akun blog ini dan memposting draft yang mungkin hampir lelah menungu kepastian kapan aku akan dipublikasikan. Postingan kali ini membahas tentang Klasifikasi Ilmiah Tingkatan Takson Makhluk Hidup.  * Klik di sini jika anda mau mencopy paste isi blog saya
  Atau setelah Select kalimat tekan Ctr+C   

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan jenis spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Tingkatan Takson merupakan tingkatan dari suatu unit atau kelompok makhluk hidup yang memiliki banyak kesamaan ciri disusun mulai dari tingkat paling tinggi hingga tingkat paling rendah. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang dimiliki. Pengelompokan cara seperti ini sudah direvisi dan dikembangkan sejak Carolus Linnaeus hidup untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin. Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Semakin Tinggi tingkatan takson, maka semakin banyak pula anggota takson, namun makin akan banyak pula perbedaan ciri antar sesama anggota takson, Sebaliknya, semakin rendah tingkatan takson maka semakin sedikit pula anggota takon, maka semakin banyak pula persamaan ciri antar anggota takson. Urutan klasifikasi tingkatan takson dalam klasifikasi dimulai dari tingkat paling tinggi hingga tingkat paling rendah, yaitu : * Sebelumnya kita telah mengenal Kingdom sebagai klasifikasi tertinggi pada tingkatan takson makhluk hidup namun belakangan ini Domain menjadi tingkatan tertinggi dalam klasifikasi tingkatan takson setelah dikemukakan teori tentang domain oleh Carl Woese pada tahun 1900. Dalam klasifikasi, takson domain bisa juga disebut superkingdom karena anggota dari domain adalah kigdom. Berikut adalah posisi domain dalam klasifikasi modern. (0) Domain atau (Daerah) Carl Woese membagi makhluk hidup kedalam tiga domain yaitu arkhea, bakteria, dan eukarya. Pembagian tersebut didasarkan oleh ada tidaknya membran inti dan perbedaan proses metabolisme yang terjadi di dalam sel. Arkhea diyakini memiliki memiliki metabolisme yang relatif mirip dengan eukarya sehingga dianggap memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan eukarya dibandingkan dengan bakteria. Domain adalah Archaea, Bakteri, dan Eukarya. Kingdom adalah Archaebacteria (bakteri kuno), Eubacteria (bakteri sejati), Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Domain Archaea dan Bakteri mengandung organisme prokariotik. Ini adalah organisme yang tidak memiliki membran inti terikat. Eubacteria diklasifikasikan di bawah domain Bakteri dan archaebacteria diklasifikasikan sebagai archaeans. Domain Eukarya termasuk eukariota, atau organisme yang memiliki membran inti terikat. Domain ini dibagi lagi menjadi kerajaan Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. (1) Kingdom atau (Kerajaan) Saat ini Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi kedua setelah Domain. Sistem Klasifikasi Kingdom makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC) yang mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan (Animalia) dan kelompok tumbuhan (Plantae), namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom. Sistem kingdom yang pertama diperkenalkanoleh Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami perubahan dan perbaikan hingga sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan. Lihat perkembangan Klasifikasi Kingdom (Postingannya tahap pengerjaan) (2) Phylum (Filum) atau Divisio (divisi) Filum (phylum) digunakan untuk takson hewan, sedangkan divisi (divisio) digunakan untuk takson tumbuhan. Kingdom Animalia dibagi menjadi beberapa filum seperti : 
(1) Filum Chordata (Memiliki notokorda saat embrio) (2) Filum Echinodermata( Hewan berkulit duri) (3) Filum platyhelminthes (Cacing pipih)
(4) Porifera (Hewan berpori)
(5) Coelenterata (Hewan berongga ) (6) Cacing gilig (Nemathelminthes) (7) Cacing gelang (Annelida) (8) Hewan Lunak (Moluska) (9) Hewan berbuku-buku (Arthropoda) (10) Hewan bertulang belakang (Chordata)
Untuk nama divisi pada tumbuhan menggunakan akhiran -phyta. Sedangkan untuk contoh kingdom plantae dibagi menjadi tiga divisi seperti : (1) Bryophyta (tumbuhan Lumut), (2) Pteridophyta (tumbuhan Paku) (3) Spermatophyta (tumbuhan Berbiji)
(4) Thallophyta (tumbuhan Talus)
(3) Classis (Kelas)Anggota takson pada setiap filum atau divisi diklasifikasikan berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Untuk nama kelas tumbuhan menggunakan akhiran akhiran yang berbeda-beda, antara lain: -opsida (untuk lumut), -edoneae (untuk tumbuhan berbiji tertutup),-phyceae (untuk alga), dan lain-lain. Contohnya divisi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Monocotyledoneae dan kelas Dicotyledoneae; divisi Bryophyta diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hepaticopsida (lumut hati), Anthoceratopsida (lumut tanduk), dan Bryopsida (lumut daun); dan filum Chrysophyta (ganggang keemasan) dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae, dan Bacillariopyceae. Untuk nama kelas hewan penamaannya berbeda pada setiap jenis kelas hewan seperti : Mammalia (Hewan menyusui), Amphibia (Amfibi), Reptile (Reptil), Aves (Burung)   (4) Ordo (Bangsa) Setiap kelas dapat dipecah menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil yang disebut ordo. Dasar pengelompokannya adalah sifat atau ciri khusus dari ciri yang digunakan sebagai dasar pengelompokan tingkat kelas. Misalnya, kelas monokotil dapat dibedakan menjadi beberapa ordo, di antaranya :
(1) Rumput-rumputan (Poales) (2) Rumput teki (Cyperates) (3) Jahe-jahean (Zingiberales) (4) Bakung-bakungan (Liliales) (5) Pandan-pandanan (Pandanales)
(5) Familia (Famili) atau (Suku)Anggota takson setiap ordo diklasifikasikan lagi menjadi beberapa famili berdasarkan persamaan ciri-ciri tertentu. Famili berasal dari bahasa Latin familia. Nama famili pada tumbuhan umumnya menggunakan akhiran -aceae misalnya Compositae (nama lain Asteraceae) dan Graminae (nama lain Poaceae). Sedangkan pada nama famili pada hewan umumnya menggunakan akhiran kata -idae, misalnya Homonidae (manusia), Felidae (kucing), dan Canidae (anjing). (6) Genus (Marga) Anggota takson setiap famili dikelompokkan lagi menjadi beberapa genus berdasarkan persamaannya pada ciri-ciri tertentu yang lebih khusus lagi. Dasar penulisan nama genus ialah menggunakan huruf kapital pada kata pertama dan dicetak miring atau digaris bawahi. Contoh untuk hewan adalah Canis (marga anjing), Felis (marga kucing), Taenia (marga cacing). Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa (marga mawar), Annona (marga sirsak dan srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan). (7) Species (Spesies atau Jenis) Species atau Jenis merupakan tingkatan takson terendah kedua setelah Varietas atau Ras yang menjadi unit atau satuan dasar klasifikasi. Species adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan antarsesamanya dan akan menghasilkan keturunan yang subur (fertil). Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam genus, hanya pada species terdiri atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama marga (genus), sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya. Untuk kata yang kedua, huruf awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital. Contohnya:Canis familaris (anjing), Taenia solium (cacing pita), Rosa gallica (mawar), Carica papaya (pepaya), Oryza sativa (padi). (8) Varietas (kultivar) atau RasVarietas atau Ras merupakan tingkatan terendah pada tingkatan Takson, Pada organisme-organisme satu spesies kadang kala masih ditemukan perbedaan ciri yang sangat jelas, sangat khusus atau bervariasi sehingga diesebut varietas(kultivar) atau ras. Istilah varietas dan kultivar digunakan dalam spesies tumbuhan, sedangkan dalam spesies hewan digunakan istilah ras. Varietas dapat diartikan secara botani dan secara agronomi. - Varietas secara botani adalah populasi tanaman dalam satu spesies yang menunjukkan perbedaan ciri yang jelas. penamaannya diatur oleh ICBN (International Code of Botanical Nomenclature). Penulisan varietas secara didahului dengan singkatan var, dan nama varietas dicetak miring (italic) atau digarisbawahi (underline). Contohnya: Oryza sativa var indica (padi) dan Zea mays L. vartunicata(jagung). Sementara itu varietas secara agronomi merupakan sekelompok tanaman yang memiliki satu atau lebih ciri khas yang dapat dibedakan secara jelas dan ciri tersebut dapat dipertahankan bila dikembangbiakkan secara vegetatif(aseksual) maupu secara generatif(seksual). - Varietas dalam agronomi disebut juga kultivar, Kultivar terdiri atasi populasi tanaman budidaya terseleksi, galur murni, hasil kloning, dan hasil hibrida. Istilah kultivar diajukan pertama kali olehL.H. Bailey pada tahun 1923. Cara penamaan kulticar diatur oleh ICNCP (International Code of Nomenclature for Cultivated Plants). Cara penulisan kultivar adalah dengan memberi tanda petik dan tidak dicetak miring. Contoh:Oryza sativa 'Cisadane' (padi); kultivar pada spesies Rosa alba, antara lain Rosa alba' Mormors rose', Rosa alba'Blush hip', Rosa alba 'Suaveolens', Rosa alba 'Celestial', Rosa alba'Amelie', dan Rosa alba 'Chloris' *Tambahan  3 Macam klasifikasi makhluk hidup 1. Sistem artifisial atau buatan Merupakan sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang ditetapkan oleh peneliti sendiri, misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup. Penganut sistem ini di antaranya Aristoteles dan Theophratus (370 SM). 2. Sistem natural atau alami Merupakan sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri struktur tubuh eksternal (morfologi) dan struktur tubuh internal (anatomi) secara alamiah. Penganut sistem ini, di antaranya, Carolus Linnaeus (abad ke-18). Linnaeus berpendapat bahwa setiap tipe makhluk hidup mempunyai bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, jika sejumlah makhluk hidup memiliki sejumlah ciri yang sama, berarti makhluk hidup tersebut sama spesiesnya. Dengan cara ini, Linnaeus dapat mengenal 10.000 jenis tanaman dan 4.000 jenis hewan. 3. Sistem modern (Filogenetik) Merupakan sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara evolusioner. Beberapa parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah sebagai berikut: - Persamaan struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal Menggunakan biokimia perbandingan. Misalnya, hewan Limulus polyphemus, dahulu dimasukkan ke dalam golongan rajungan (Crab) karena bentuknya seperti rajungan, tetapi setelah dianalisis darahnya secara biokimia, terbukti bahwa hewan ini lebih dekat dengan laba-laba (Spider). Berdasarkan bukti ini, Limulus dimasukkan ke dalam golongan laba-laba. - Berdasarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup. Adanya persamaan gen menunjukkan adanya kekerabatan. Sekian yang dapat saya bagikan semoga bermanfaat.
This Is The Oldest Page
Facebook Comments

0 komentar



This Is The Oldest Page